Rumah Siap Huni atau Rumah Inden? Jangan Pilih Sebelum Memahami Perbedaannya

Posted on

Ada dua tipe pembeli rumah.

Yang pertama ingin datang, melihat rumahnya, masuk ke kamar, melihat dapur, memeriksa kamar mandi, lalu berkata:

“Kalau cocok, saya mau ambil.”

Yang kedua tidak masalah kalau rumahnya belum berdiri.

Melihat denah saja sudah cukup.

Yang penting lokasi cocok, harga masih sesuai kemampuan, dan pengembangnya dipercaya.

Keduanya sama-sama membeli rumah.

Tetapi pengalaman yang akan mereka jalani bisa sangat berbeda.

Inilah perbedaan sederhana antara rumah siap huni dan rumah inden.

Bagi sebagian orang, rumah siap huni terasa lebih meyakinkan karena bangunannya sudah bisa dilihat.

Sementara bagi pembeli lain, rumah inden menarik karena bisa mendapatkan rumah baru di kawasan yang sedang dikembangkan dengan pilihan tertentu sesuai proyek yang ditawarkan.

Jadi, sebelum memilih, jangan hanya bertanya:

“Mana yang lebih murah?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Mana yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saya?”

Rumah Siap Huni: Apa yang Anda Lihat, Itulah yang Bisa Diperiksa

Kelebihan paling sederhana dari rumah siap huni adalah bangunannya sudah ada.

Anda bisa melihat langsung ukuran ruangan.

Bisa masuk ke kamar.

Bisa melihat posisi jendela.

Bisa memeriksa kamar mandi.

Bisa melihat kondisi jalan di depan rumah.

Bahkan bisa berdiri di halaman dan merasakan apakah rumah tersebut benar-benar sesuai dengan bayangan Anda.

Ini berbeda dengan melihat rumah melalui gambar denah atau visualisasi.

Gambar bisa terlihat menarik.

Tetapi kondisi sebenarnya bisa terasa berbeda ketika kita berada langsung di dalamnya.

Apakah ruang tamunya cukup luas?

Apakah kamar mendapatkan cahaya?

Apakah dapur terasa nyaman?

Apakah mobil bisa masuk dan keluar dengan mudah?

Hal-hal tersebut lebih mudah diperiksa ketika rumahnya sudah berdiri.

Tetapi Rumah Siap Huni Bukan Berarti Tinggal Beli Tanpa Periksa

Ini bagian yang penting.

Karena rumahnya sudah jadi, bukan berarti pembeli boleh langsung percaya begitu saja.

Justru karena bangunannya sudah tersedia, manfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

Lihat dinding.

Perhatikan plafon.

Cek pintu dan jendela.

Perhatikan kamar mandi.

Lihat saluran air.

Periksa kondisi jalan.

Tanyakan mengenai listrik dan air.

Tanyakan pula dokumen dan proses transaksi yang akan dilakukan.

Kalau ada bagian yang kurang jelas, tanyakan sebelum pembayaran dan penandatanganan dokumen.

Jangan sampai kalimat:

“Nanti juga bisa diperbaiki.”

menjadi alasan untuk mengabaikan masalah yang sebenarnya cukup penting.

Rumah Inden: Membeli Rumah yang Belum Selesai Dibangun

Pada rumah inden, pembeli pada dasarnya membeli berdasarkan informasi mengenai proyek yang ditawarkan.

Bisa berupa gambar, denah, spesifikasi bangunan, lokasi unit, fasilitas kawasan dan informasi lain yang diberikan oleh pengembang.

Karena rumah belum selesai, pembeli memang tidak bisa memeriksa seluruh kondisi bangunan seperti pada rumah siap huni.

Di sinilah pembeli perlu lebih banyak bertanya.

Bukan hanya:

“Kapan rumahnya selesai?”

Tetapi juga:

“Spesifikasi bangunannya apa?”

“Bagaimana jadwal pembangunannya?”

“Bagaimana status lahannya?”

“Bagaimana proses serah terimanya?”

“Siapa pengembangnya?”

“Bagaimana riwayat proyek sebelumnya?”

“Dokumen apa saja yang akan diterima pembeli?”

Semakin banyak hal yang belum bisa dilihat langsung, semakin penting informasi yang harus dikumpulkan.

Jangan Terlalu Terpesona oleh Rumah Contoh

Ini salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika melihat proyek perumahan.

Rumah contoh biasanya dibuat agar calon pembeli bisa mendapatkan gambaran mengenai konsep rumah.

Tampilannya bisa sangat menarik.

Ruangannya dibuat rapi.

Furnitur dipilih dengan baik.

Pencahayaan dibuat bagus.

Taman juga dirawat.

Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

Namun pembeli tetap perlu bertanya:

“Apakah unit yang saya beli akan memiliki spesifikasi yang sama?”

Perhatikan spesifikasi tertulis yang diberikan dalam penawaran dan dokumen terkait, bukan hanya tampilan rumah contoh.

Sebab rumah contoh adalah gambaran.

Sedangkan rumah yang Anda beli adalah unit yang nantinya harus benar-benar Anda terima.

Salah Satu Perbedaan Terbesar: Anda Bisa Melihat atau Harus Membayangkan

Rumah siap huni memberikan kesempatan untuk melihat.

Rumah inden mengharuskan pembeli lebih banyak membayangkan.

Ketika melihat denah, misalnya, kamar berukuran tertentu mungkin terlihat cukup.

Tetapi setelah furnitur masuk, ternyata ruang geraknya terasa lebih sempit.

Hal seperti ini bukan berarti rumah inden selalu bermasalah.

Hanya saja, pembeli perlu memahami bahwa keputusan dibuat sebelum seluruh kondisi fisik rumah dapat diperiksa.

Karena itu, kemampuan membaca denah dan memahami spesifikasi menjadi lebih penting.

Bagaimana dengan Waktu?

Ini juga perlu dipikirkan.

Kalau Anda membutuhkan tempat tinggal dalam waktu relatif dekat, rumah yang sudah tersedia tentu memberikan kondisi yang berbeda dibandingkan rumah yang masih dalam pembangunan.

Sementara rumah inden membutuhkan waktu sampai proses pembangunan selesai dan rumah dapat diserahterimakan sesuai ketentuan yang berlaku dalam transaksi.

Jadi, jangan hanya menghitung:

“Saya sanggup membayar cicilannya.”

Hitung juga:

“Saya membutuhkan rumah ini kapan?”

Ini penting terutama bagi keluarga yang sedang menyewa rumah, tinggal bersama orang tua, atau memiliki kebutuhan pindah dalam waktu tertentu.

Jangan sampai rencana tempat tinggal tidak sejalan dengan jadwal pembangunan.

Rumah Inden Bukan Berarti Selalu Lebih Murah

Ini juga salah satu anggapan yang sebaiknya tidak langsung dipercaya.

Harga rumah dipengaruhi banyak faktor.

Lokasi, luas tanah, luas bangunan, fasilitas, kondisi pasar, spesifikasi, kebijakan pengembang dan berbagai komponen lainnya.

Karena itu, jangan memilih rumah inden hanya karena melihat angka awal yang tampak lebih menarik.

Bandingkan keseluruhan biaya dan kondisi yang ditawarkan.

Begitu juga dengan rumah siap huni.

Harga yang lebih tinggi belum tentu berarti lebih mahal dalam jangka panjang jika kondisinya lebih sesuai dengan kebutuhan dan Anda tidak harus mengeluarkan biaya tambahan besar untuk renovasi atau penyesuaian.

Coba Hitung “Biaya Menunggu”

Ini menarik tetapi sering dilupakan.

Misalnya Anda memilih rumah yang belum selesai dibangun.

Selama menunggu, Anda mungkin masih harus membayar tempat tinggal saat ini.

Bisa berupa biaya kontrakan, kos, atau tinggal di tempat lain.

Maka jangan hanya melihat harga rumah.

Pertimbangkan juga:

berapa biaya yang harus dikeluarkan selama menunggu rumah tersebut selesai?

Angka ini bisa berbeda bagi setiap keluarga.

Tetapi memasukkannya ke dalam perhitungan akan membuat keputusan lebih realistis.

Kalau Rumah Sudah Jadi, Coba Rasakan Lingkungannya

Rumah siap huni memiliki keuntungan lain.

Anda tidak hanya bisa melihat rumahnya.

Jika kawasan sudah dihuni, Anda juga bisa melihat bagaimana kehidupan di sekitarnya.

Apakah lingkungan ramai?

Apakah jalan mudah dilalui?

Bagaimana aktivitas warga?

Apakah fasilitas sekitar benar-benar digunakan?

Bagaimana kondisi kawasan ketika sore atau malam?

Ini adalah informasi yang sangat berharga karena Anda tidak hanya membeli bangunan.

Anda juga membeli pengalaman tinggal di lingkungan tersebut.

Kalau Rumah Masih Inden, Justru Pengembang Harus Lebih Banyak Ditanya

Ketika bangunan belum tersedia, informasi tentang pengembang menjadi semakin penting.

Cari tahu rekam jejak proyek sebelumnya.

Lihat proyek yang sudah selesai.

Kalau memungkinkan, kunjungi kawasan yang pernah mereka bangun.

Perhatikan bagaimana kondisi rumah dan lingkungannya setelah dihuni.

Jangan hanya melihat brosur proyek yang sedang ditawarkan.

Lihat apa yang sudah pernah mereka kerjakan.

Dari sana, calon pembeli bisa mendapatkan gambaran yang lebih nyata.

Mana yang Cocok untuk Anda?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang.

Rumah siap huni bisa lebih sesuai bagi orang yang ingin melihat kondisi rumah secara langsung dan membutuhkan kepastian mengenai bentuk fisik bangunan sebelum membeli.

Rumah inden bisa dipertimbangkan oleh pembeli yang memang tidak keberatan menunggu pembangunan dan telah memahami proyek, pengembang, spesifikasi serta ketentuan transaksinya.

Jadi jangan menjadikan pilihan orang lain sebagai patokan utama.

Yang penting adalah menyesuaikannya dengan:

kebutuhan waktu, kemampuan keuangan, tingkat kenyamanan terhadap risiko, kondisi keluarga dan tujuan membeli rumah.

Sebelum Membayar, Buat Perbandingan Sederhana

Kalau Anda sedang membandingkan rumah siap huni dan rumah inden, ambil kertas.

Buat dua kolom.

Kemudian tulis:

Harga rumah

Uang muka

Cicilan

Biaya tambahan

Kapan bisa ditempati

Kondisi bangunan

Spesifikasi

Lokasi

Lingkungan

Reputasi pengembang

Dokumen

Kemungkinan renovasi

Dengan cara sederhana seperti ini, keputusan menjadi lebih rasional.

Karena kadang-kadang kita terlalu fokus pada harga awal dan lupa melihat keseluruhan gambar.

Rumah Bukan Sekadar Barang yang Dibeli Hari Ini

Membeli rumah adalah keputusan yang panjang.

Bisa menjadi tempat tinggal selama bertahun-tahun.

Bisa menjadi tempat anak tumbuh.

Bisa menjadi tempat orang tua tinggal.

Dan suatu hari, rumah itu mungkin juga menjadi aset yang diwariskan atau dijual kembali.

Karena itu, jangan terburu-buru hanya karena melihat tulisan:

“Unit terbatas.”

atau

“Promo berakhir hari ini.”

Kalau memang rumahnya cocok, luangkan waktu untuk memeriksa.

Kalau ada yang belum jelas, tanyakan.

Kalau perlu, bandingkan dengan beberapa pilihan lain.

Sebab keputusan membeli rumah tidak seharusnya hanya terasa menyenangkan pada hari ketika booking dilakukan.

Yang lebih penting adalah bagaimana perasaan Anda ketika kunci rumah itu benar-benar berada di tangan Anda.

Jadi, Rumah Siap Huni atau Inden?

Jawabannya kembali kepada kebutuhan Anda.

Kalau Anda ingin melihat bangunan secara langsung, memeriksa kondisi fisik dan mengetahui seperti apa lingkungan yang akan ditempati, rumah siap huni memberikan kesempatan tersebut.

Kalau Anda tidak keberatan menunggu dan menemukan proyek dengan informasi yang jelas serta pengembang yang dapat ditelusuri rekam jejaknya, rumah inden juga dapat menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan.

Yang paling penting bukan buru-buru memilih salah satunya.

Pahami dulu apa yang sebenarnya Anda beli.

Karena ketika membeli rumah, yang dibayar bukan hanya tanah dan bangunan.

Anda juga sedang membeli waktu, lingkungan, kenyamanan dan rencana kehidupan beberapa tahun ke depan.

Dan semakin besar keputusan yang kita ambil, semakin layak kita meluangkan waktu untuk memahaminya.

FAQ

Apa perbedaan rumah siap huni dan rumah inden?

Rumah siap huni merupakan rumah yang bangunannya sudah tersedia sehingga calon pembeli dapat melihat dan memeriksa kondisi fisiknya. Rumah inden merupakan rumah yang belum selesai dibangun atau belum tersedia untuk ditempati saat proses pembelian dilakukan.

Apakah rumah inden selalu lebih murah?

Tidak selalu. Harga dipengaruhi oleh lokasi, spesifikasi, luas tanah dan bangunan, fasilitas, pengembang serta berbagai faktor lainnya.

Apa yang harus diperiksa sebelum membeli rumah inden?

Periksa informasi pengembang, spesifikasi rumah, lokasi, dokumen, jadwal pembangunan dan ketentuan transaksi. Pastikan seluruh informasi penting dipahami sebelum mengambil keputusan.

Apakah rumah siap huni lebih aman?

Rumah siap huni memungkinkan calon pembeli melihat kondisi fisik secara langsung, tetapi tetap perlu dilakukan pemeriksaan bangunan, lingkungan, legalitas dan dokumen transaksi secara menyeluruh.

Lebih baik membeli rumah yang sudah jadi atau masih inden?

Tidak ada pilihan yang cocok untuk semua orang. Pertimbangkan kebutuhan waktu, kondisi keuangan, kemampuan menunggu, tingkat kenyamanan terhadap risiko, lokasi dan tujuan membeli rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *