Sejak Jendela Bolong, Wakil Bupati Deli Serdang Tidak Nyaman Tinggal di Rumah Dinas: Tidur Pukul 4 Setiap Hari

Posted on

Kekhawatiran dan Trauma Wakil Bupati Deli Serdang Akibat Dugaan Teror

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, mengungkapkan rasa tidak nyaman yang dirasakan setelah kejadian dugaan teror di rumah dinasnya. Kejadian ini terjadi setelah kaca jendela kamar tidurnya pecah, diduga akibat tembakan dari orang tak dikenal. Kejadian tersebut masih menjadi misteri hingga saat ini.

Rasa Trauma dan Kesulitan Tidur

Lom Lom mengaku masih merasa trauma dan kesulitan untuk tidur dengan nyenyak. Ia menyatakan bahwa sejak kejadian tersebut, ia hanya bisa tidur pada pukul 04.00 pagi. Rasa takut dan ketidaknyamanan juga dirasakan oleh seluruh anggota keluarganya. Ia bahkan berharap dapat pindah dari rumah dinas tersebut jika memungkinkan.

“Belum ada hasil Labfor (Laboratorium Forensik) dari polisi. Ya sekarang masih trauma lah kita bang. Satu keluarga takut, kalau bisa pindah dari rumah dinas,” ujar Lom Lom ketika diwawancarai Tribun Medan.

Kualitas Keamanan yang Diragukan

Meskipun dalam satu hari terdapat tiga personel Satpol PP yang bertugas menjaga rumah dinas, Lom Lom merasa bahwa jumlah tersebut belum cukup untuk memberikan rasa aman. Ia juga belum mengetahui kapan hasil penyelidikan dari Labfor Polda Sumut akan keluar. Tim Labfor telah turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

“Berapa lama (akan keluar hasil Labfor) nggak tahu saya. Sekarang tidurnya saya jam 4 saja tiap hari. Kalau kerugian in materil kita nggak ternilai,” kata Lom Lom.

Keyakinan atas Dugaan Penembakan

Meski banyak pihak meragukan bahwa kaca jendela yang bolong bukan karena tembakan, Lom Lom tetap yakin bahwa kejadian tersebut adalah hasil dari penembakan. Ia percaya bahwa pelaku adalah orang suruhan dan melakukan penembakan dari bagian samping rumahnya yang memiliki tembok tinggi.

“Itulah jangkauan yang bisa dijangkau sama yang nembak dari pagar samping (sehingga kaca yang berlubang kena bagian paling atas jendela). Nggak melakukan penembakan dari depan karena bukan kamar aku. Orang dalam (mengenal dekat) makanya itu tau kamar kita (dibagian belakang samping),” sebut Lom Lom.

Proses Penyelidikan dan Hasil Awal

Tim Labfor Polda Sumut sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP lanjutan. Mereka datang bersama dengan Tim Inafis Satreskrim Polresta Deli Serdang. Saat itu, mereka mencari bukti-bukti yang relevan, namun tidak menemukan banyak petunjuk.

Di lokasi kejadian, kaca jendela yang pecah tidak menembus tirai. Serpihan kaca yang awalnya ditemukan telah dibuang oleh asisten rumah tangga. Selain itu, tidak ditemukan barang bukti lain yang bisa membantu proses penyelidikan.

“Kita belum bisa menyimpulkan apakah karena penembakan atau apa. Yang dibagian dalam sudah hilang (serpihan kaca). Kita sudah koordinasi sama tim Labfor dan nanti akan datang juga,” kata Kanit I Satreskrim Polresta Deli Serdang, Iptu Bines.

Kondisi Rumah Dinas dan Pengawasan

Rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang dikelilingi pagar keliling dan dijaga 24 jam oleh personil Satpol PP. Kamar yang terkena dugaan peluru adalah kamar utama yang berada di bagian samping. Bagian samping rumah dinas Lom Lom berhadapan dengan Pengadilan Agama Lubuk Pakam.

Hingga saat ini, belum ada laporan dari personil Satpol PP Deli Serdang yang mendengar adanya dugaan penembakan. Polisi masih melakukan penyelidikan dan belum bisa menyimpulkan apakah kaca jendela pecah karena tembakan atau hal lain.

Harapan dan Keinginan untuk Mengungkap Kasus

Lom Lom berharap kepada pihak Polresta Deli Serdang agar dapat mengungkap kejadian ini. Ia menyatakan bahwa semua keterangan telah disampaikan kepada polisi.

“Harapannya saya ini perlu kita dalami dan kita cari agar perlakuan intimidasi ini jangan berlarut-larut,” harapnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *