Proyek Gentengnisasi Prabowo, Desainer Bocorkan Kelebihan dan Kekurangannya

Posted on

Kebijakan “Gentengnisasi” dan Dampaknya pada Pemukiman Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengajukan wacana besar yang dikenal dengan istilah “gentengnisasi” dalam upaya meningkatkan kualitas pemukiman di Indonesia. Wacana ini bertujuan untuk membuat bangunan lebih indah, sejuk, dan sesuai dengan karakteristik iklim tropis negara ini. Salah satu desainer interior terkenal, Ary Juwono, memberikan tanggapan terkait konsep tersebut.

Kelebihan Genteng dalam Desain Interior

Menurut Ary Juwono, genteng memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan atap seng, terutama dari segi estetika dan fungsionalitas. Material ini tidak hanya melindungi bangunan, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan ruang dalam rumah.

“Genteng lebih sustainable dan membuat ruang di dalamnya lebih dingin dibandingkan seng,” jelas Ary kepada Bisnis, Senin (2/1/2026).

Struktur genteng memungkinkan panas matahari tidak langsung masuk ke dalam ruangan, sehingga suhu ruangan menjadi lebih stabil dan nyaman. Hal ini sangat penting di daerah dengan iklim tropis seperti Indonesia, di mana suhu tinggi sering kali menjadi kendala utama.

Tantangan Penggunaan Genteng

Meskipun memiliki banyak keunggulan, penggunaan genteng juga menimbulkan tantangan. Dari segi harga, genteng umumnya lebih mahal dibandingkan seng. Selain itu, proses pemasangan genteng membutuhkan keahlian khusus agar hasilnya rapi dan presisi.

Ary juga menyoroti masalah pasokan dan kualitas genteng di pasar. Menurutnya, bahan baku genteng yang berasal dari tanah perlu mendapat perhatian khusus karena sumber daya tersebut terbatas. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas produk genteng yang beredar di pasaran saat ini.

“Apakah suplai pasarnya masih baik? Apakah kualitas genteng sekarang ini masih baik? Mengingat bahan dasar tanahnya sendiri sudah terbatas,” tanyanya.

Perbandingan dengan Atap Seng

Di sisi lain, atap seng masih memiliki keunggulan dari aspek efisiensi produksi dan pemasangan. Karena diproduksi secara pabrikan, seng dinilai lebih hemat biaya dan waktu dalam proses instalasi, sehingga kerap menjadi pilihan utama untuk pembangunan cepat dan skala besar.

Namun, Ary menekankan bahwa seng memiliki kelemahan utama dari sisi panas. Untuk mengurangi dampak tersebut, biasanya dalam pemasangannya ditambahkan lapisan penahan panas sebelum pemasangan plafon agar kenyamanan ruang tetap terjaga.

“Agar tidak panas, sebelum pemasangan ceiling, pengguna atap seng lebih baik melapisi dengan bahan lain penahan panas,” imbuhnya.

Karakteristik Atap Seng

Mengutip laman penyedia bahan bangungan, Kairos Pratama Karya, atap seng terbuat dari logam murni berbasis seng (zinc) yang dikenal ringan, mudah dibentuk, dan memiliki kilau khas logam abu keperakan. Material ini sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu karena kemudahan dalam pemasangan dan harga yang relatif terjangkau.

Kendati demikian, di iklim tropis Indonesia dengan tingkat kelembapan tinggi, seng lebih rentan terhadap karat, terutama di area pantai atau daerah dengan curah hujan tinggi. Meski demikian, seng memiliki masa pakai rata-rata sekitar 10–15 tahun tergantung kondisi lingkungan dan perawatan. Seng juga bisa didaur ulang, tetapi prosesnya menghasilkan lebih banyak limbah dan emisi karbon.

Gagasan Presiden Prabowo tentang “Gentengnisasi”

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto mengkritik masifnya penggunaan atap seng di berbagai wilayah Indonesia karena dinilai tidak mendukung kenyamanan hunian sekaligus mereduksi nilai estetika.

Menurut Prabowo, hampir seluruh kota, kecamatan, hingga desa di Indonesia saat ini didominasi atap seng yang bersifat panas bagi penghuni dan mudah berkarat. Kondisi tersebut, katanya, tidak sejalan dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara yang indah dan berdaya tarik tinggi.

“Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1/2026).

Program “Gentengnisasi” Nasional

Sebagai solusi, dia menggulirkan gagasan besar berupa program “gentengnisasi” nasional, yakni proyek penggantian atap seng dengan genteng di seluruh Indonesia. Program ini merupakan wujud dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman Sehat, Resik, Indah).

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti gerakannya adalah proyeknya adalah proyek gentengnisasi seluruh Indonesia,” tegasnya.

Untuk mewujudkan proyek tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan melengkapi Koperasi Merah Putih dengan fasilitas pabrik genteng. Menurutnya, investasi pabrik genteng relatif terjangkau dan dapat dikembangkan di banyak daerah karena bahan bakunya tersedia secara lokal.

Dia menjelaskan, bahan baku genteng bisa terbuat dari tanah dengan campuran limbah. Salah satunya limbah batu bara. Limbah tersebut jika diolah bersama tanah, dinilai mampu menghasilkan genteng yang ringan namun kuat.

Mendorong Kepala Daerah untuk Berpartisipasi

Prabowo lantas mendorong kepala daerah, mulai dari bupati hingga wali kota dan gubernur untuk aktif memperindah wilayah masing-masing melalui program ini. Menurutnya, kota, kecamatan, dan desa yang tertata akan mencerminkan semangat kebangkitan nasional.

Kepala Negara juga mengaitkan gagasan tersebut dengan kearifan lokal. Dia mengingatkan bahwa generasi terdahulu menggunakan material atap alami seperti rumbia, ijuk, atau sirap yang lebih sejuk dan sesuai dengan iklim tropis.

Dalam konteks pariwisata, Prabowo menilai dominasi atap seng berkarat dapat mengurangi daya tarik Indonesia di mata wisatawan mancanegara. Dia bahkan menyebut karat sebagai simbol kemunduran.

“Turis dari luar untuk apa dia datang melihat seng berkarat, karena itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan, Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” tegas Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *