Satgas Nataru 2026 Pertamina: 11 Serambi MyPertamina siaga, ditopang Terminal Balongan jamin energi JBB aman

Posted on

PR KUNINGAN — Hiruk-pikuk menghadapi libur akhir tahun, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) resmi mengaktifkan “perisai” distribusi energi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap tetes bahan bakar minyak (BBM) dan setiap tabung gas (LPG) sampai ke tangan konsumen tepat mutu, tepat guna, dan tepat waktu.

Berbeda dari tradisi sebelumnya, Pertamina memutuskan untuk memulai masa Satgas jauh lebih awal, yakni sejak 15 November 2025 hingga 13 Januari 2026.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga RJBB, Susanto August Satria, mengungkapkan bahwa faktor cuaca ekstrem di berbagai wilayah menjadi pertimbangan utama mitigasi risiko tahun ini.

“Kami belajar dari anomali cuaca yang melanda Aceh hingga Sumatera, sehingga kesiapan stok harus dilakukan lebih dini agar distribusi tidak terputus,” ujar Satria dalam giat sosialisasi di Cirebon, Kamis 18 Desember 2025.

Serambi MyPertamina

Salah satu inovasi unggulan tahun ini adalah kehadiran 11 Unit Serambi MyPertamina yang tersebar di titik-titik krusial Jawa Barat.

Berdasarkan data infografis, dua unit utama terletak di Rest Area Tol Japep KM 57 A dan Tol Jakarta-Merak KM 43 A dengan fasilitas super lengkap.

Fasilitas tersebut meliputi area istirahat ber-AC, kursi pijat, mini clinic untuk cek kesehatan gratis, ruang laktasi, hingga arena bermain anak (kiddy ride).

Sementara itu, sembilan unit “Mini Serambi” lainnya disebar di jalur wisata populer seperti Pangandaran, Puncak Bogor, Ciwidey, hingga Palabuhan Ratu untuk memanjakan wisatawan.

Cirebon Sebagai Pilar Distribusi Nelayan dan Wisata

Sales Area Manager Retail Cirebon, Rifki Nasution, memaparkan kesiapan infrastruktur di wilayahnya yang mencakup 170 SPBU reguler dan 72 Pertashop.

Keunikan di wilayah ini adalah perhatian khusus bagi masyarakat pesisir melalui 7 SPBUN untuk nelayan dan 1 SPBB khusus untuk melayani kapal besar.

Rifki memprediksi puncak arus mudik akan jatuh pada 23-24 Desember 2025 dengan kenaikan permintaan Pertalite dan Pertamax sebesar 3 persen.

Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Pertamina menyiagakan 6 unit motoris (PDS) yang siap mengantar BBM langsung ke lokasi kendaraan yang terjebak macet.

Terminal Balongan Jantungnya Ibu Kota

Bergeser ke Indramayu, Integrated Terminal (IT) Balongan memainkan peran vital sebagai pemasok utama energi nasional dengan luas area mencapai 20 hektare.

Manager Integrated Terminal Balongan, Gema Ramadhan, mengibaratkan terminal ini sebagai “jantung ibu kota” yang memompakan energi 24 jam nonstop ke seluruh wilayah coverage—hingga Semarang dan Cilacap, bahkan sampai luar Pulau Jawa.

“Balongan tidak hanya menyuplai Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), tapi juga mengirimkan stok hingga ke Kalimantan, Makassar, bahkan Ambon melalui skema transit,” jelas Gema.

Terminal Balongan memiliki kapasitas penyimpanan raksasa sebesar 650 ribu kiloliter dan didukung oleh 58 unit mobil tangki dengan total daya angkut 1.205 kiloliter.

Pionir Bio Solar

Dalam forum tersebut, Gema juga menekankan bahwa Indonesia kini telah menjadi pionir dunia dalam pengembangan Bio Solar.

Status Indonesia yang bukan lagi anggota OPEC menjadi bukti transformasi dari bukan sekadar penghasil minyak mentah menjadi negara yang fokus pada ketahanan energi berkelanjutan.

Pertamina terus mematangkan roadmap energi hijau melalui pengembangan produk seperti Pertamax Green untuk menekan emisi karbon di masa depan.

Kemandirian energi ini menjadi fondasi penting agar distribusi selama libur panjang Nataru 2026 tidak bergantung sepenuhnya pada fluktuasi pasar global.

Sinergi Media: Mengawal Anomali di Lapangan

Ketua DPC Hiswana Migas Cirebon, Adi Alamsyah, mengajak awak media untuk menjadi “mata dan telinga” dalam melaporkan kondisi riil di lapangan.

Informasi cepat mengenai jalan longsor, seperti yang sering terjadi di jalur Cikijing – Kuningan, sangat dibutuhkan untuk pengalihan jalur distribusi mobil tangki.

“Kami sangat terbuka terhadap laporan terkait pelayanan konsumen yang tidak sesuai peruntukan subsidi,” tegas Adi.

Media diharapkan melakukan konfirmasi kepada pejabat resmi Pertamina jika menemukan anomali agar tidak terjadi disinformasi di tengah masyarakat.

Infrastruktur yang Tak Tertidur

Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat mengoperasikan enam Fuel Terminal utama, termasuk Terminal Jakarta, Bandung Group, dan Tasikmalaya.

Terdapat pula lima Aviation Fuel Terminal (AFT) yang siaga 24 jam untuk melayani lonjakan penerbangan di bandara-bandara internasional.

Dengan kombinasi teknologi MyPertamina dan kesigapan petugas lapangan, Pertamina optimis momen pergantian tahun akan berlangsung dengan energi yang terus menyala.

Masyarakat diimbau untuk memastikan ketersediaan BBM di kendaraan mereka dan memanfaatkan layanan Serambi MyPertamina untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan.***