Pengakuan Manohara Odelia Pinot tentang Perlakuan Buruk Ibu Kandungnya
Aktris Manohara Odelia Pinot akhir-akhir ini membagikan pengalaman pahit yang dialaminya selama masa kecil. Dalam unggahan di media sosial, ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban eksploitasi dan kekerasan fisik dari ibu kandungnya, Daisy Fajarina. Pengakuan ini mengejutkan publik karena mengungkap sisi kelam yang selama ini tidak diketahui.
Manohara menyebut bahwa Daisy Fajarina pernah menjualnya demi mendapatkan keuntungan materi. Menurutnya, sang ibu bahkan memperjualbelikan dirinya hanya untuk mendapatkan apartemen dan mobil. “Bukti ‘dijual’ banyak. Saya dijual demi keuntungan materi, sebuah apartemen di SCBD dan sebuah mobil,” kata Manohara dalam tulisan di media sosial.
Selain itu, Manohara juga mengungkap bahwa Daisy sering melakukan kekerasan fisik terhadapnya. Jika Manohara menolak untuk menemui laki-laki tertentu, Daisy akan memukulinya sebagai bentuk hukuman. Tindakan ini dilakukan dengan alasan ketidakpatuhan terhadap keinginan sang ibu.
Kontroversi Daisy Fajarina
Daisy Fajarina bukan orang asing dalam dunia kontroversi. Sebelumnya, ia pernah dilaporkan oleh pembantunya, Shaliha, ke Mabes Polri pada 23 Juli 2009. Shaliha melaporkan Daisy karena kerap mendapat penyiksaan fisik selama bekerja di rumahnya. Ia mengaku sering dipukul jika pekerjaannya tidak sesuai harapan dan gajinya sering ditahan.
Di Prancis, Daisy juga pernah divonis 18 bulan penjara secara in absentia karena terbukti bersalah atas tuduhan perbudakan dan mempekerjakan orang dalam kondisi tidak manusiawi sejak tahun 1998. Namun, hukuman tersebut belum dijalani karena Daisy melarikan diri ke Indonesia pada tahun 2007.
Selain itu, Daisy juga terlibat dalam skandal pelecehan terhadap Shaliha. Saat mengetahui adanya hubungan antara suaminya, Reiner Pinot, dan Shaliha, Daisy bereaksi dengan penuh amarah hingga menggunduli kepala Shaliha. Meski Daisy membantah, bukti-bukti berupa e-mail menunjukkan upaya Daisy untuk menekan Shaliha agar tutup mulut.
Kebohongan dan Ritual Ilmu Hitam
Manohara juga mengungkap bahwa Daisy pernah masuk agama Kristen hanya demi keuntungan pribadi. Ia mengatakan bahwa agama bagi Daisy adalah alat untuk mencapai tujuan tertentu. “Agama—seperti halnya hal lain—hanyalah alat baginya. Agama diambil, dijalani, lalu ditinggalkan tergantung apa yang bisa ia dapatkan.”
Selain itu, Manohara menyebut bahwa Daisy sering terlibat dalam ritual ilmu hitam. Saat masih kecil, ia sering dipaksa ikut ritual di dukun dan orang pintar. “Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan serta membingungkan,” ujarnya.
Bantahan dari Daisy Fajarina
Seiring dengan pengakuan Manohara, sebuah akun diduga milik Daisy Fajarina membuat heboh. Akun tersebut merespons pernyataan Manohara dengan bantahan bahwa Daisy tidak pernah menjualnya. “Ibumu tidak menjualmu. Hanya menjodohkan dan mencarikan laki-laki mapan yang bisa menghidupimu seumur hidup,” tulis akun tersebut.
Akun Aisyah Nadawi juga mengancam akan melaporkan Manohara ke polisi jika tuduhan tersebut tidak dibuktikan. “Saya sudah SS komentarmu yang menuduh ibumu menjual kamu. Saya akan menempuh jalur hukum untuk membuktikan tuduhanmu,” tulis akun tersebut.
Perasaan Manohara terhadap Ibu Kandungnya
Manohara menegaskan bahwa ia telah memutus hubungan dengan Daisy Fajarina. Ia mengatakan bahwa hubungan mereka tidak pernah benar-benar dekat. “Saya tidak kehilangan kontak, saya memutuskan kontak. Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat,” katanya.
Menurut Manohara, menjaga kesan seolah-olah dekat sangat penting bagi Daisy. Citra tersebut berfungsi sebagai bentuk kontrol. “Maintaining the appearance of closeness was very important to her, and it was something we were expected to perform to make her look good.”
