Lonjakan sampah pasca-Tahun Baru: Bekasi capai 1.000 ton, Tasikmalaya angkut 10 ton dari pusat kota

Posted on

KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Sampah yang dihasilkan pada malam perayaan tahun baru di ­Kabupaten Bekasi diprediksi mencapai lebih dari 1.000 ton. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan dengan timbulan sampah harian yang berkisar antara 600-800 ton per hari. Lonjakan timbulan sampah juga terjadi di Kota Tasikmalaya.

Penambahan timbulan sampah tidak lepas dari meningkatkan aktivitas warga di malam pergantian tahun. Bahkan, peningkatan sampah sudah terjadi sejak momentum Natal dan tahun baru dimulai.

“Dalam momentum tahun baru dan juga Natal, memang ada peningkatan jumlah timbulan sampah. Akan tetapi, memang petugas kami tetap disiagakan sehingga paginya sudah rapi semua. Tidak ada libur memang,” kata Humas Dinas Lingkungan Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, Kamis 1 Januari 2026.

Meskipun demikian, menurut dia, timbulan sampah pada malam pergantian ta­hun kali ini cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan biasanya. Hal itu tidak lepas dari imbauan pemerintah untuk tidak menggelar pesta tahun baruan, baik pesta kembang api maupun arak-arakan di jalan.

Meski aktivitas di luar ruangan masih terjadi, namun tidak sedikit warga yang me­milih menghabiskan waktu di dalam rumah, berkumpul bersama keluarga.

“Ya, memang ada kecenderungan aktivitas tidak seperti sebelumnya. Mes­kipun demikian, tetap pe­layanan kami beroperasi se­perti selayaknya,” ucap dia menjelaskan.

Longsor 

Meskipun begitu, ia meng­akui bahwa aktivitas pe­layanan sempat terganggu lantaran gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng kembali mengalami longsor, Jumat 26 Desember 2025 lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan akses jalan warga tertutup oleh material longsoran. Selain itu, pelayanan truk pengangkut sampah menuju TPA Burangkeng juga sempat terganggu.

Dedi mengatakan, petugas di lapangan telah berupaya maksimal untuk menangani situasi tersebut. Namun, ia juga mengakui bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.

“Kemarin, memang masih belum bisa pelayanan, belum dibuka karena kan sempat ketutup jalannya. Namun, sudah bisa digunakan mes­kipun sempat ada antrean truk sampah yang mau masuk, tapi sekarang sudah bisa lewat,” kata dia.

Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, kata Dedi, longsor yang kembali terjadi di TPA Burangkeng disebabkan oleh dua faktor utama, yakni kondisi TPA yang sudah kelebihan daya tampung (overload) serta pengaruh cuaca buruk.

Sejak lebih dari 10 tahun, satu-satunya TPA di Kabupaten Bekasi ini memang sudah melebihi kapasitas. Namun, karena tidak memiliki lokasi lain, jadi terpaksa tetap dimanfaatkan. Di tengah padatnya sampah yang me­numpuk, cuaca buruk membuat sampah yang menggunung itu longsor.

“Ya, memang kita tahu bersama, TPA kita sudah overload. Namun, sambil menunggu perubahan, kami memaksimalkan yang ada. Kami upayakan dalam satu minggu sudah normal kembali,” kata dia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Burangkeng, Samsuro longsornya sampah terjadi di saat kiriman sampah tengah meningkat. Kini, sedikitnya 1.050 ton sampah dikirim ke TPA Burangkeng, sedangkan lokasi pembuangan sedang dalam penanganan.

“Memang benar ada pe­ningkatan. Itu sudah terjadi sejak habis Natal kemarin sampai terus tahun baru. Teman-teman petugas langsung fokus pada penataan di titik yang longsor. Diupaya­kan truk masuk dulu, jadi pelayanan di masyarakat terlayani, tidak ada pe­num­puk­an,” ucap dia.

Dua kontainer 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya juga mencatat, volume sampah yang dihasilkan selama pera­yaan malam pergantian Tahun Baru 2026 mencapai sekitar 10 ton. Lonjakan ter­sebut berasal dari sisa ma­kanan, kemasan plastik, serta limbah aktivitas warga yang memadati sejumlah ti­tik keramaian di pusat kota.

Kepala Bidang Pengelola­an Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, mengatakan bahwa akumulasi sampah dihimpun dari berbagai lokasi utama pera­yaan tahun baru, khususnya di kawasan pusat Kota Tasikmalaya.

“Jika dikonversi, volume­nya hampir 10 ton. Kami menyiagakan dua kontainer dengan kapasitas masing-masing 6 kubik sehingga total sekitar 12 kubik. Sampah tersebut sementara ditampung di kawasan Jalan HZ Mustofa,” ujar Feri, Kamis 1 Januari 2026.

Sebanyak 12 unit ken­daraan roda tiga dikerahkan mulai pukul 00.00 WIB hingga 4.00 WIB untuk menyisir lokasi-lokasi de­ngan kepadatan pengunjung tinggi di Kota Tasikmalaya.

Menurut Feri, titik dengan volume sampah terbanyak berada di pusat aktivitas ma­syarakat saat perayaan ma­lam pergantian tahun. Pusat aktivitas itu se­perti kawasan taman kota, Masjid Agung, Jalan HZ Mustofa, Jalan Yudanagara, Jalan Veteran, Jalan dr Soekardjo, hingga kawasan Dadaha.

“Untuk area keramaian, kami menggunakan armada cator karena lebih fleksibel menjangkau titik-titik padat pengunjung,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pe­nanganan sampah tidak ha­nya dilakukan pada malam pergantian tahun, tetapi dilanjutkan hingga pagi hari. Seluruh petugas DLH tetap bekerja tanpa libur untuk memastikan kebersihan kota segera pulih pascaperayaan.

“Pascamalam tahun baru hingga pagi ini, petugas ma­sih terus melakukan pembersihan. Kami tidak ada libur. Seluruh personel fokus menuntaskan penanganan sampah,” ujarnya.

Selain mengerahkan ken­daraan roda tiga, DLH juga menurunkan dump truck sebagai langkah antisipasi guna mencegah penumpukan sampah. Pengangkutan dipusatkan ke Depo Dadaha dan Pasar Lama sebelum di­bawa ke tempat pembuang­an akhir.

“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan Kota Tasikma­laya tetap bersih dan tertata setelah perayaan besar,” tuturnya. (Malby AR, Tommi Andryandy)***