Rumah Murah di Bekasi Kingstar Residence 2 bagian depan
Rumah Murah di Bekasi Kingstar Residence 2 bagian depan

Sebelum Membeli Rumah, Coba Bayangkan Tinggal Sehari di Lingkungan Ini

Posted on

Ada rumah yang terlihat sangat menarik ketika pertama kali kita datang.

Halaman rapi.

Cat masih baru.

Ruang tamunya luas.

Jalan di depan rumah juga terlihat tenang.

Kita kemudian pulang sambil berkata kepada pasangan,

“Kayaknya ini rumah yang cocok.”

Tapi coba jangan langsung mengambil keputusan.

Bayangkan satu hal sederhana:

Bagaimana rasanya kalau kita benar-benar tinggal di sini setiap hari?

Bukan satu jam saat survei.

Bukan hanya saat hari Minggu.

Tetapi setiap pagi, siang, sore, dan malam.

Di situlah biasanya cerita sebenarnya tentang sebuah rumah mulai terlihat.

Pagi Hari: Apakah Anda Akan Nyaman Berangkat Kerja dari Sini?

Cobalah datang ke lokasi pada pagi hari.

Bukan untuk melihat rumahnya saja, tetapi untuk melihat kehidupan di sekitarnya.

Apakah jalan mulai padat?

Apakah anak-anak berangkat sekolah?

Apakah kendaraan mudah keluar dari perumahan?

Apakah akses menuju jalan utama lancar?

Hal-hal kecil seperti ini mungkin terlihat sepele saat membeli rumah.

Namun setelah tinggal bertahun-tahun, kondisi jalan setiap pagi bisa menjadi bagian dari rutinitas yang sangat terasa.

Siang Hari: Apakah Rumah Terasa Panas?

Saat survei, banyak orang lebih memperhatikan ukuran ruangan daripada kenyamanan udara.

Padahal, coba perhatikan juga:

Apakah rumah mendapatkan cukup cahaya matahari?

Bagaimana sirkulasi udaranya?

Apakah halaman terasa panas?

Apakah rumah berdekatan dengan bangunan lain?

Rumah yang bagus di dalam foto belum tentu terasa nyaman ketika Anda benar-benar berada di dalamnya.

Sore Hari: Dengarkan Lingkungannya

Sore merupakan waktu yang menarik untuk melihat karakter sebuah lingkungan.

Anak-anak mulai bermain.

Orang pulang bekerja.

Pedagang mungkin mulai lewat.

Tetangga mulai beraktivitas.

Coba berhenti sebentar dan dengarkan.

Apakah lingkungannya terlalu ramai?

Atau justru terlalu sepi?

Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang.

Ada keluarga yang menyukai lingkungan ramai karena terasa hidup.

Ada pula yang lebih menyukai suasana tenang.

Yang penting adalah menemukan lingkungan yang sesuai dengan kehidupan Anda.

Malam Hari: Bagian yang Sering Terlupakan

Kalau Anda benar-benar serius dengan sebuah rumah, datanglah sekali pada malam hari.

Lihat penerangan jalan.

Perhatikan kendaraan yang keluar masuk.

Amati apakah lingkungan masih aktif.

Perhatikan pula akses menuju jalan utama.

Karena ada rumah yang terlihat sempurna pada siang hari, tetapi suasananya terasa sangat berbeda setelah malam tiba.

Bukan berarti lingkungan seperti itu buruk.

Hanya saja, Anda perlu mengetahuinya sebelum membeli.

Coba Berbicara dengan Tetangga

Ini salah satu cara paling sederhana untuk mengenal sebuah perumahan.

Tidak perlu bertanya dengan cara yang terlalu formal.

Cukup mengobrol.

“Pak, kalau hujan di sini bagaimana?”

“Airnya aman?”

“Kalau malam biasanya ramai atau sepi?”

“Di sini sering mati listrik tidak?”

“Kalau ke jalan utama biasanya lewat mana?”

Dari percakapan sederhana seperti itu, terkadang kita mendapatkan informasi yang tidak pernah tertulis di brosur.

Dan justru informasi seperti itulah yang sangat berharga.

Jangan Hanya Melihat Rumah, Lihat Jalan Pulang Anda

Ketika membeli rumah, orang biasanya sibuk melihat bangunannya.

Kamar berapa?

Luas tanah berapa?

Garasi muat berapa mobil?

Tetapi ada satu hal yang seharusnya juga dipikirkan:

Bagaimana perjalanan pulang Anda setiap hari?

Bayangkan setelah bekerja selama delapan atau sembilan jam, Anda masih harus menghadapi perjalanan panjang dan melelahkan.

Apakah Anda tetap merasa rumah tersebut nyaman?

Kadang-kadang rumah yang sedikit lebih kecil tetapi aksesnya lebih mudah justru memberikan kualitas hidup yang lebih baik.

Hitung Bukan Hanya Harga Rumah, Tetapi Harga Kehidupan Sehari-hari

Ini bagian yang sering tidak masuk dalam perhitungan calon pembeli.

Misalnya ada dua rumah.

Rumah A lebih murah.

Tetapi jaraknya jauh dari tempat kerja.

Rumah B sedikit lebih mahal.

Namun jaraknya lebih dekat dan aksesnya lebih mudah.

Selisih harga rumah memang terlihat jelas.

Tetapi biaya transportasi, waktu perjalanan, bahan bakar, dan tenaga yang dikeluarkan setiap hari juga perlu dipertimbangkan.

Karena membeli rumah sebenarnya bukan hanya membeli bangunan.

Kita sedang memilih pola kehidupan untuk bertahun-tahun ke depan.

Jangan Terlalu Terpesona oleh Foto

Foto properti dibuat untuk membuat rumah terlihat menarik.

Itu memang bagian dari pemasaran.

Tetapi calon pembeli sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan sendiri.

Foto tidak bisa menunjukkan suara kendaraan.

Foto tidak bisa menunjukkan kondisi jalan ketika hujan.

Foto tidak bisa memberi tahu apakah tetangga Anda ramah.

Foto juga tidak bisa menunjukkan berapa lama perjalanan Anda menuju tempat kerja.

Karena itu, gunakan foto sebagai awal pencarian.

Keputusan akhirnya tetap harus berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Kalau Masih Ragu, Jangan Dipaksakan

Ada satu nasihat sederhana yang mungkin terdengar biasa.

Kalau setelah melihat rumah Anda masih merasa ragu, tidak apa-apa untuk pulang dulu.

Bicarakan dengan pasangan.

Hitung kembali keuangan.

Bandingkan dengan rumah lain.

Datang lagi jika perlu.

Rumah bukan barang yang harus dibeli karena takut kehabisan.

Lebih baik kehilangan satu kesempatan daripada mendapatkan rumah yang ternyata tidak sesuai dengan kehidupan keluarga.

Rumah yang Cocok Adalah Rumah yang Cocok dengan Kehidupan Anda

Pada akhirnya, rumah yang baik bukan hanya rumah dengan desain yang bagus.

Bukan pula rumah dengan harga paling murah.

Rumah yang baik adalah rumah yang cocok dengan kehidupan penghuninya.

Tempat Anda bisa berangkat kerja tanpa terlalu lelah.

Tempat anak-anak bisa tumbuh dengan nyaman.

Tempat keluarga bisa beristirahat.

Dan tempat yang membuat Anda merasa senang ketika perjalanan pulang hampir selesai.

Karena pada akhirnya, yang kita cari bukan sekadar rumah untuk dibeli.

Kita sedang mencari tempat untuk menjalani kehidupan.

Kesimpulan

Sebelum membeli rumah, jangan hanya melihat bangunannya.

Coba lihat kehidupannya.

Datang pada pagi hari.

Datang sore hari.

Datang malam hari.

Berbicara dengan warga.

Perhatikan jalan, lingkungan, keamanan, akses, air, dan suasana sekitar.

Setelah itu baru hitung harga dan kemampuan finansial.

Sebab rumah yang terlihat menarik selama satu jam belum tentu menjadi rumah yang nyaman untuk ditinggali selama sepuluh tahun.

Jangan membeli rumah hanya karena Anda menyukainya saat melihatnya. Pastikan Anda juga bisa membayangkan kehidupan Anda di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *