Poin-Poin Kunci
- Hindari pencahayaan yang terlalu redup atau terlalu terang, dan pasang pengatur cahaya untuk mengontrol suasana hati.
- Jauhi perabot atau bahan yang tidak nyaman atau terlalu besar yang terasa dingin.
- Daripada memilih nuansa yang dipertunjukkan atau mewah, nikmati nada hangat dan estetika yang santai.
Jika kamu akhirnya makan sebagian besar makanan di meja dapur daripada di dalam kamarruang makan, mungkin karena ruangnya tidak terasa menarik.
Tidak, kau tidak harus makan sarapan cepatmu sebelum bekerja di sana, tetapi ketika datang ke ruang makan formal, meskipun “formal” ada dalam namanya, bisa menjadi hal yang baik untuk memberi mereka nuansa yang santai dan ramah untuk pertemuan keluarga, resep masakan baru yang menarik, atau teman-teman serta permainan papan.
Berikut adalah detail yang mungkin membuat ruang makan Anda terlihat sempit dan tidak menarik, menurut para desainer—hindari enam hal ini.
Temui Ahli
- Marina V. Umali, pendiri Marina V Design Studio, adalah seorang desainer interior bersertifikat dan praktisi Feng Shui bersertifikat.
- Adriena Dauntadalah desainer interior utama di Daunt Designs di Montana.
- Abby Powell, berbasis di North Carolina, adalah pemilik dan desainer utama House of AP.
Set Meja Makan yang Besar
Perabot yang tidak nyaman adalah cara pasti untuk membuat ruang makan terlihat tidak menarik.
Marina V. Umali, pendiri Marina V Design Studio, mengatakan jika kursi terlihat tidak nyaman, orang-orang akan terhalang untuk duduk.
“Saya percaya bahwa kenyamanan, penampilan, dan fungsi saling berkaitan dalam menciptakan pengalaman makan yang menarik,” katanya.
Desainer juga menunjukkan bahwa jika tidak ada cukup ruang untuk bergerak di sekitar perabot makan, seluruh ruangan akan terasa tidak ramah, karena gerakan akan dibatasi.
Perencanaan ruang dan alur yang memungkinkan ruang yang cukup untuk menggeser kursi menjauh dari meja makan penting dalam desain dan sesuai denganFeng Shui,” katanya. “Tidak ada yang ingin merasa sempit.”
Lokasi Acak
Lokasi ruang makan juga berdampak pada sejauh mana ruangan tersebut menarik.
Adriena Daunt, desainer interior utama di Daunt Designs, menjelaskan bahwa jika tidak ada aliran yang baik dari dapur atau ruang keluarga ke ruang makan, ruangan tersebut tidak akan terasa sebagai perluasan alami dari ruang hidup rumah.
“Tidak ada yang ingin merasa seperti duduk di ruangan gelap jauh dari inti rumah,” kata Daunt.
Rasa Teratur
“Saya tahu saya bukan satu-satunya orang yang menyadari atau merasa kewalahan ketika ruang makan terasa terlalu ‘didekorasi’, ” kata Abby Powell, pemilik dan desainer utama House of AP.
Ruangan makan yang terlihat mahal dan tidak bisa disentuh justru tidak menarik.
“Segala sesuatu terpusat dengan sempurna, dipaksa ke tempatnya, tidak ada yang diperbolehkan bergeser—ini bisa mulai terasa lebih seperti disusun daripada nyaman dihuni,” tambah desainer itu.
Powell mencatat bahwa ketika sebuah titik tengah tidak dapat dipindahkan, atau Anda harus memindahkan peralatan dekoratif dan benda-benda lain hanya untuk duduk makan, hal ini membuat ruangan terasa tidak nyaman.
Bahkan sesuatu yang sederhana seperti centerpieces yang menghalangi pandangan bisa mengganggu percakapan,” katanya. “Keheningan itu mengubah cara ruangan sebenarnya berfungsi.
Decor Kaku
“Material meja makan dapat membuat ruang makan terasa menakutkan, seperti batu dingin yang tidak memiliki kehangatan dalam warna dan bahan,” kata Umali.
Itu tidak berarti kamu harus menghilangkan meja makan yang kamu sukai hanya karena memiliki permukaan batu. Desainer mengatakan bahwa kamu hanya perlu menambahkan elemen yang lebih hangat.
“Semuanya tentang keseimbangan, jadi meskipun meja sangat kaku, mungkin bisa seimbang dengan kursi yang lebih lembut, misalnya,” kata Umali.
Cahaya Terlalu Redup atau Terang
Ketika membicarakan pencahayaan di ruang makan, keseimbangan membuatnya terasa ramah.
Powell mengatakan pencahayaan dapat mengubah ruang dari terasa “fungsional menjadi lebih intim,” tergantung pada penampilan yang Anda kejar.
“Pencahayaan yang buruk atau kurangnya pencahayaan adalah alasan nomor satu mengapa ruang makan mungkin terlihat tidak menarik, tetapi kebalikannya bisa benar jika terlalu terang seolah-olah seperti ruang kantor,” tambah Umali.
Kunci untuk mendapatkanpenerangan yang tepat di ruang makanbukanlah bergantung pada satu sumber cahaya, tetapi menciptakan desain pencahayaan yang berlapis yang mencakup cahaya dari atas serta peralatan lain seperti lampu meja di atas meja makan atau lampu gambar yang dipasang di atas karya seni, atau menggunakan pengatur kecerahan.
Aksen Dekoratif Sibuk
“Jika Anda bekerja dengan ruang makan kecil dan gelap yang tersembunyi di sudut, maka lebih masuk akal untuk menjaga skema warna tetap terang, hindari sesuatu yang terlalu ramai, dan pastikan perabot tidak terasa penuh,” sarannya.
Selain itu, Powell mengatakan bahwa palet warna yang sangat kontras atau berkontras tinggi bisa terasa kaku di ruang makan. Untuk menciptakan kesan yang ramah, dia cenderung memilih lapisan yang lebih hangat dan lebih tonal yang terasa stabil.
Semua ini tidak berarti kamu tidak bisa memberikan kesan desain yang kuat di ruangan tersebut, namun.
Daunt mengatakan, “Anda masih dapat menyertakan titik fokus seperti lampu hias atau karya seni; hanya jangan membanjiri ruangan dengan pola atau warna.”
Baca artikel asli diSpruce
